JAKARTA - Banyak sarjana di Indonesia ketika lulus
kuliah langsung berburu pekerjaan. Padahal, tidak semua sarjana harus
mencari pekerjaan, tapi bisa juga dengan menciptakan lapangan kerja
sendiri.
Melalui sebuah usaha atau bisnis, maka kita pun dapat membantu orang lain yang sedang mencari pekerjaan dengan memberikan posisi yang tepat. Sehingga, kita tidak mengharapkan pekerjaan dari orang lain.
Demikian hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Trisakti (Usakti) Thoby Muthis dalam sambutannya di acara Wisuda Usakti Semester Genap Tahun Akademik 2013/2014. Ia melanjutkan, dengan menghasilkan lulusan berkualitas, Usakti akan terus melancarkan berbagai strategi pengembangan yang diarahkan pada peningkatan akhlak, relevansi, produktivitas, kualitas, kuantitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui peningkatan kinerja.
"Untuk mewujudkan kepekaan sosial tak hanya kualitas akademik yang akan dikembangkan oleh Usakti, tapi juga mengembangkan karakter peserta didik yang berinisiatif, yaitu sanggup menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan orang lain, mau terus menerus belajar dengan memacu spirit of learning secara berkelanjutan, sehingga dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang selalu berubah secara cepat,” ucapnya,Sabtu (4/10/2014).
Melalui sebuah usaha atau bisnis, maka kita pun dapat membantu orang lain yang sedang mencari pekerjaan dengan memberikan posisi yang tepat. Sehingga, kita tidak mengharapkan pekerjaan dari orang lain.
Demikian hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Trisakti (Usakti) Thoby Muthis dalam sambutannya di acara Wisuda Usakti Semester Genap Tahun Akademik 2013/2014. Ia melanjutkan, dengan menghasilkan lulusan berkualitas, Usakti akan terus melancarkan berbagai strategi pengembangan yang diarahkan pada peningkatan akhlak, relevansi, produktivitas, kualitas, kuantitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui peningkatan kinerja.
"Untuk mewujudkan kepekaan sosial tak hanya kualitas akademik yang akan dikembangkan oleh Usakti, tapi juga mengembangkan karakter peserta didik yang berinisiatif, yaitu sanggup menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan orang lain, mau terus menerus belajar dengan memacu spirit of learning secara berkelanjutan, sehingga dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang selalu berubah secara cepat,” ucapnya,Sabtu (4/10/2014).
Thoby melanjutkan, dalam era globalisasi dan persaingan yang ketat di
dunia kerja, sudah menjadi tantangan bahwa semua lulusan dari kampus
harus mempersiapkan diri lebih baik.
“Salah satu kunci dalam keberhasilan dalam persaingan internasional dan lokal, tidak ada jalan lain, yaitu harus memacu kreativitas dan inisiatif hingga maksimal,” ungkapnya.
Strategi yang dikembangkan Usakti sangat beralasan, karena peran kampus seharusnya tidak lagi hanya terkait pada kecerdasan intelektual, tapi juga memperhatikan dan memberi ruang bagi kecerdasan emosional dan spiritual.
Selain itu, salah satu peserta wisudawan yaitu Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochamad Iriawan mengikuti prosesi wisuda setelah mengambil program doktor di Usakti. Iriawan berharap Usakti dapat memberikan kontribusi untuk bangsa Indonesia.
“Para wisudawan dan wisudawati lulusan Trisakti jangan hanya mampu atau mahir di bidangnya masing-masing tanpa mendistribusikan dirinya kepada masyarakat bangsa Indonesia,” harapnya.
Iriawan melanjutkan, bangsa Indonesia dalam beberapa sektor masih bergantung pada bangsa-bangsa lain. Masih banyak masyarakat yang belum menikmati kemerdekaan, bahkan tidak memiliki mimpi akan kehidupan yang aman, makmur, dan sejahtera karena untuk memenuhi kebutuhan dasarnya saja masih sulit.
"Bangsa Indonesia tentu tidak mungkin untuk mengharapkan bangsa lain dalam menyelesaikan persoalan di Indonesia. Sebagai kaum intelektual, maka kita harus tampil dan menjadi pelopor dalam kemajuan bangsa,” tuturnya.
Iriawan menambahkan, masyarakat Indonesia harus sering mengasah kemampuan, jiwa empati, keterbukaan, kesadaran, dan kebersamaan untuk terus membangun bangsa ini.
"Hal ini perlu dilakukan jika ingin tetap menjaga bangsa Indonesia dari kemunduran, kerusakan, dan disintegritas bangsa," ujarnya.
Pada wisuda kali ini, Usakti meluluskan 1.701 wisudawan, yang terdiri dari 21 lulusan Program Doktor, Program Magister 402 lulusan, Program Sarjana 1.102 dan Program Diploma 176 orang. Dengan demikian semenjak didirikan pada 1965, Usakti telah meluluskan 104.206 lulusan. (fsl) (rhs) sumber
“Salah satu kunci dalam keberhasilan dalam persaingan internasional dan lokal, tidak ada jalan lain, yaitu harus memacu kreativitas dan inisiatif hingga maksimal,” ungkapnya.
Strategi yang dikembangkan Usakti sangat beralasan, karena peran kampus seharusnya tidak lagi hanya terkait pada kecerdasan intelektual, tapi juga memperhatikan dan memberi ruang bagi kecerdasan emosional dan spiritual.
Selain itu, salah satu peserta wisudawan yaitu Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochamad Iriawan mengikuti prosesi wisuda setelah mengambil program doktor di Usakti. Iriawan berharap Usakti dapat memberikan kontribusi untuk bangsa Indonesia.
“Para wisudawan dan wisudawati lulusan Trisakti jangan hanya mampu atau mahir di bidangnya masing-masing tanpa mendistribusikan dirinya kepada masyarakat bangsa Indonesia,” harapnya.
Iriawan melanjutkan, bangsa Indonesia dalam beberapa sektor masih bergantung pada bangsa-bangsa lain. Masih banyak masyarakat yang belum menikmati kemerdekaan, bahkan tidak memiliki mimpi akan kehidupan yang aman, makmur, dan sejahtera karena untuk memenuhi kebutuhan dasarnya saja masih sulit.
"Bangsa Indonesia tentu tidak mungkin untuk mengharapkan bangsa lain dalam menyelesaikan persoalan di Indonesia. Sebagai kaum intelektual, maka kita harus tampil dan menjadi pelopor dalam kemajuan bangsa,” tuturnya.
Iriawan menambahkan, masyarakat Indonesia harus sering mengasah kemampuan, jiwa empati, keterbukaan, kesadaran, dan kebersamaan untuk terus membangun bangsa ini.
"Hal ini perlu dilakukan jika ingin tetap menjaga bangsa Indonesia dari kemunduran, kerusakan, dan disintegritas bangsa," ujarnya.
Pada wisuda kali ini, Usakti meluluskan 1.701 wisudawan, yang terdiri dari 21 lulusan Program Doktor, Program Magister 402 lulusan, Program Sarjana 1.102 dan Program Diploma 176 orang. Dengan demikian semenjak didirikan pada 1965, Usakti telah meluluskan 104.206 lulusan. (fsl) (rhs) sumber
Tag :
Nasional News

0 Comments for "Sarjana Harus Ciptakan Lapangan Kerja Sendiri"
Silahkan berkomentar yang sopan
Bila memiliki website/blog silahkan comment as dengan name/url
atau silahkan comment as dengan Anonymous